086. SHALAT : Shalat Jama’- Qosor Bagi Yang Selalu Bepergian - Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

086. SHALAT : Shalat Jama’- Qosor Bagi Yang Selalu Bepergian

Minggu, 04 Maret 20120 komentar


PERTANYAAN

Kasrakaz Ettoe Dhorkazz Fahmi
AsSLAMualaikum wr wb. .
Pak gmNA cRA solatxa seorang pelaut <orang yg berlayar>. Ap bsa d angap musafir? Trz kLw dianggap musifir bsa gk jamak qosor?
Trz gmNA cara mengHADAP qIblatXA? seDANG ARah Kapal BrUbAH sETiap SaAT?


JAWABAN

Masaji Antoro 
Waalaikumsalam wr wb

Orang yang selalu musafir (sejauh masaafatil qashri) :

~ Dalam hal rukhshah qashar shalat hukumnya lebih utama itmaam (tidak mengqoshor)

~ Dalam puasa bila ada harapan lain dapat mengqadha puasanya di hari lain maka ia boleh ifthar (tidak berpuasa) tetapi bila harapan bila harapan tersebut tidak ada maka tidak boleh ifthar demikian pendapat Imam Subky yang di dukung oleh Imam Ramli sedang menurut Imam Ibnu Hajar boleh Ifthar secara Muthlak

وخرج بقولنا ولم يختلف فى جواز قصره .من اختلف فى جواز قصره كملاح يسافر فى البحر ومعه عياله فى سفينة ومن يديم السفر مطلقا كالساعى فإن الاتمام افضل له خروجا من خلاف من اوجبه كالإمام احمد رضي الله عنه

“Dikecualikan dari penuturan kami (mushannif) dan tidak terjadi perbedaan ulama tentang kebolehan mengqoshor sholat bagi seorang musafi adalah orang yang di perselisihkan ulama tentang kebolehan mengqoshor sholatnya seperti seorang pelaut yang selalu berlayar bersama keluarganya dalam kapal atau orang yang selalu bepergian seperti seorang pengusaha maka menyempurnakan sholat (tidak mengqoshor) baginya lebih utama agar terhindar dari perbedaan pendapat ulama yang mewajibkan menyempurnakan sholat baginya seperti pendapat Imam Ahmad” (Hasyiyah al-Bajuri I/201)

وقال السبكي : بحثا ولا أي ولا يجوز الإفطار لمن لا يرجى زمنا يقضي فيه لإدامته السفر أبدا وفيه نظر ظاهر فالأوجه خلافه ( ابن حجر ، التحفة ، ج 3 ص 430 )

"Imam Subki berpendapat tidak diperkenankan membatalkan puasa bagi orang yang tidak punya harapan diwaktu lain untuk mengqodho karena terus menerus bepergian, dalam hal ini ada perbedaan pendapat yang lebh benar (alawajh) adalah kebalikannya" (Attuhfah III/430)

Share this article :

Postingan Populer

 
Didukung Oleh : PISS-KTB Group | PISS FANS PAGE
Boleh diCopy © 2010 asal tetap mencantumkan URL artikel.
Grup Tanya Jawab dan Diskusi Keislaman
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia Raya